Kamis, 06 Maret 2014

SKENARIO FILM TRUE OR FALSE ?


SKENARIO
JUDUL                 : TRUE OR FALSE ?
Durasi                : 11
Draft                 : 1
Tanggal               : 01, NOVEMBER 2011
Penulis Skenario      : INDRA OKTAVA M
Sutradara             : INDRA OKTAVA M
Produser              : INDRA OKTAVA M
DOP                   : MOCH. LUTFI Z.
Art director          : IIS RUSMIATI, M. JAMALUDIN
1. EXT. HALAMAN RUMAH – JALAN KAMAR – PAGI.
Sebuah rumah yang lumayan besar dengan ventilasi udara yang cukup serta banyak tanaman di halaman rumahnya.
Seorang lelaki berusia 20-an bernama DIMAS, yang sedang menuntut ilmu di salah satu Universitas yang ada di Majalengka. Sepulang dari kampus dengan memakai kaos dan celana panjang serta membawa transkrip nilai, ia memasuki kamar tidurnya.
DIMAS
Assalamualaikum.....
CUT TO:
2. INT. RUMAH DIMAS - KAMAR DIMAS – PAGI
Sebuah kamar yang cukup besar dengan sinar matahari yang cukup dan tumpukan buku – buku yang rapi dengan tempat tidur besar pula.
Seorang lelaki berusia 20-an bernama DIMAS, dengan mata yang tertuju pada sebuah kertas transkrip nilai, dengan ekspresi wajah yang kusut, duduk di atas kasur, memakai kaos dan celana panjang.sesaat ia menghembuskan nafasnya sebagai rasa kecewanya terhadap nilai yang didapat. Lalu Ia menyimpan kertas nilai tersebut pada sebuah meja belajarnya.
Dengan posisi tubuhnya yang terlentang di atas kasur, sesaat ia memikirkan masa depannya. Sampai ia tertidur di atas kasurnya, dan ia pun bermimpi. Hingga ia terbangun kembali dengan kagetnya gara-gara mimpi siangnya.
CUT TO:
3. EXT. HUTAN - DALAM HUTAN – SIANG
Di hari yang cerah dengan udara yang segar pada sebuah hutan, Dimas seakan tersesat dan mencari jalan untuk pulang. Di tengah perjalannya ia duduk pada sebuah bambu yang besar. Pada saat ia beranjak untuk melanjutkan perjalannya tiba-tiba kakinya tertusuk duri yang di injaknya, ia pun mencari duri tersebut dan tiba-tiba mata Dimas tertuju pada sebuah tumpukan daun-daun yang mencurigakan. Dengan tangannya sendiri ia pun menggali tumpukan tersebut dan akhirnya dia menemukan sebuah kotak yang sudah tertimbun beberapa tahun lamanya, dimana di dalam kotak tersebut berisi uang jutaan rupiah. Dengan wajah yang kaget dia berkata...
DIMAS
Wah ......... gue jadi kaya.....
(wajah yang gembira)
CUT TO:
4. EXT. WARUNG – DEPAN WARUNG - SIANG
Di hari yang terang, teman Dimas yakni Sem dan Bimo  dengan pakaian kaos dan celana pendek, mereka beranjak ke sebuah warung tempat nongkrongnya.
SEM
Eh, Bim. Kita ngopi yuk . . .
(menatap wajah Bimo)
BIMO
Ayo, kebetulan gue juga lagi pengen ngopi nih . . .
(ekspresi wajah yang lapar)
Mereka pun berjalan menuju warung dan mereka pun memesan minuman kepada penunggu warung ( Tini ). Segelas kopi panas dan makanan kecil yang ada di warung disantap mereka.
SEM
        Bu, kopinya dua . . . .
  (memanggil Suniri)
Penunggu warung
Nggih, entos sih sakedap...
SEM
yang cepet ya bu...
Penunggu warung
Yo lee.......
Sesaat sedang menyantap makanan, tiba – tiba Dimas menghampiri mereka sambil memakan makanan yang ada di warung tersebut dan mereka pun berdialog.
SEM
Eh, Dimas kemana saja loe, baru keliatan dari kemarin.
DIMAS
yaahhh, kalian yang kemana aja. Gue cariin di kampus pada gak ada.
Bimo menjawab pertanyaan Dimas
BIMO
Ya jelaslah gak ada, orang kita pada gak masuk ...
DIMAS
(Wajah sedikit kusut)
Eh cuy tadi gue dah ngambil transkrip nilai...
BIMO
Wah,,, gimana bagus gak nilainya.
DIMAS
Ahhh,,,nilai gue pada ancur..


SEM
Buset, kalo nilai loe pada ancur apalagi nilai gue donk
Dengan wajah yang penuh penasaran, Dimas menceritakan tentang mimpi yang di alaminya pada saat tidur siang. Lalu Dimas dan teman – temannya sepakat untuk mencari kebenaran yang ada dalam mimpinya, walaupun sebelumnya sudah dinasehati oleh Tini Si Penunggu Warung.
    DIMAS(CONT’D)
Iya seh, tapi ada yang lebih penting dari itu.
(Jeda)
BIMO
Apaan tuh
DIMAS
Gini cuy, tadi siang setelah abis pulang kuliah gue gak sengaja ketiduran.
BIMO
Terus napa . . .
DIMAS
Makanya dengerin dulu gue ngomong.
(Wajah Penasaran) 
Tadi gue mimpi aneh banget. Gue berada di dalam hutan cemara, nah lalu gue nemuin harta karun.
SEM
Wah yang bener loe
(sambil mengunyah makanan)
DIMAS
Bener Sem,,,
BIMO
Trus apa isinya???
DIMAS
Isinya tumpukan uang yang banyak banget .
BIMO
Wah kalo mimpi loe bener, bisa kaya mendadak nih . . .
DIMAS
Nah,,,, Juntru itu, gue penasaran dengan mimpi gue ini. Gimana kalo kita buktiin ke hutan tersebut.
(meyakinkan SEM dan BIMO)
Penunggu Warung
Sampean-sampean iki ing zaman
modern, masih percayo karo mimpi.....
(wajah menasehati)
DIMAS
Yeeee, siapa tahu aja bener bu.
(wajah meyakinkan)
SEM
Yaudah, tunggu apa lagi.
Gimana kalo besok kita ke hutan dan carilah harta karun tersebut. . .
           (MORE)
Ok deh, tar besok kita cari...
Sem dan Bimo meninggalkan warung dan tidak membayar makanan dan minuman yang di santap mereka, tetapi mereka meminta Dimas untuk membayarnya.
BIMO
Yaudah Mas kita balik dulu yoo..
Jangan lupa bayar sekalian ya
DIMAS
(Wajah sedikit kecewa)
Hah kalian ini. Yaudah tar gue yang bayar...
BIMO
Nah gitu donk itu baru temen gue...
CUT TO:
5. EXT. HUTAN – JALAN MENUJU HUTAN –  PAGI
Dimas, Sem dan Bimo beranjak pergi menuju hutan yang ada dalam mimpi Dimas. Mereka pun berjalan dan menanyakan arah jalan menuju Hutan Cemara kepada salah seorang warga yang lewat.
DIMAS
(Jeda).Misi Pak .
Maaf mau nanya, kalo jalan menuju hutan ke sebelah mana ya ...
PAK TUA
Oh kalian mau ke hutan? Dari sini Kalian lurus saja, lalu belok kiri, nah disana ada jalan menuju hutan...
DIMAS
Oooohh, makasih ya pak...
PAK TUA
Iya sama – sama,
Kalian Hati – hati ya di jalanya ...
Lalu mereka terus berjalan sesuai dengan arahan pak tua.
CUT TO:
6. EXT. HUTAN – DI DALAM HUTAN – SIANG
Di dalam hutan mereka mencari Harta Karun tersebut. Satu persatu dari mereka berpencar dengan semangat yang tinggi, karena di dalam pikiran mereka adalah menemukan harta karun berisi uang yang sangat banyak.
DIMAS
Stop-stop, gini aja.gimana kalo  kita berpencar menyusuri hutan ini. Siapa cepat dia dapat ok.
SEM dan BIMO
Ok Deh ...
Dalam pencariannya, karena terlalu bersemangat salah satu dari mereka ada yang jatuh yakni Bimo. Dan dengan perjuangan yang gigih, ternyata benar di dalam hutan tersebut mereka menemukan Kotak Yang sudah lama terpendam dekat sebuah pohon yang lumayan besar.
Dimas akhirnya menemukan kotak harta karun tersebut dan berkata.
DIMAS
(Wajah yang gembira)
Naaahhhh, Tuhan memang sayang ama gue.
Cihuy...aaaaaaaaaaaa
Akhirnya apa yang ada dalam mimpi gue menjadi nyata.
(berteriak)
Wooooy kalian dimana , nih gue dah dapat apa yang gue impi-impikan.
Sem pun menghampiri Dimas sambil menggandeng Bimo.
SEM
Wah yang bener lo...
Ini harta karun yang ada dalam mimpi lo???
DIMAS
(gembira)
Yoi donk,,,
SEM
Oh,, syukur deh..tapi ada masalah nih. Si bimo terjatuh...
DIMAS
Ahhh,,tenanglah kawan.ntar ku obati kau
SEM
Yaudah deh ayo kita pulang, kasian nih si Bimo..
Mereka pun pulang dengan hasil apa yang mereka bayangkan.
CUT TO:
7. INT. RUMAH DIMAS – RUANG TAMU – SIANG
Mereka berkumpul di rumah Dimas, dengan tujuan membuka dan membagikan hasil dari penemuan harta karun tersebut.
Dimas membawa kotak harta karun
DIMAS
Hey kawan-kawan, nanti hasilnya gue ya yang paling gede...
BIMO
(tangan dan kaki diperban dan wajah yang kesakitan)
Iya udah cepetan kita jadi penasaran nih...
                   DIMAS        
Iya tenang lo Bim tar gue
ganti rasa sakit
lo dengan uang yang ada di dalam kotak ini.
Yaudah gue buka ya...
Dimas pun membuka kotak tersebut, dan di dalamnya berisi tumpukan kertas.
DIMAS
(wajah yang kaget)
Haaaahh, apaan nih....
SEM dan BIMO
(tertawa)
Hahahahaha….Makan tuh harta karun...
DIMAS
Alamak apalah dosaku sampai-sampai
yang aku bayangkan uang, ternyata hanyalah potongan kertas semata.
Dengan wajah yang penuh kecewa Dimas pun menyesali atas sikapnya yang terlalu percaya pada kebenaran sebuah mimpi dalam tidur siangnya.

THE END
CREW LIST
·   Producer                                       : Indra Oktava M
·   Director                                        : Iman Suryadi
·   Production manager                     : Hendrik Mahendar
·   Assistant prod. manager              : -
·   Assistant director                         : M. Jamaludin
·   Script writers                                : Indra Oktava M
·   Director of photography              : Moch. Lutfi Z.
·   Camera Person                             : -
·   Ass Camera                                  : Hendrik Mahendar
·   Lighting                                       : Juhdi Nursadi
                                                          M. Jamaludin
·   Talent Manager                            : -
·   Art director                                  : Iis Rusmiati
                                                          M. Jamaludin
·   Crew Artistic                               : Indra Oktava M
                                           Hendrik Mahendar
                                                       Iman Suryadi
                                                       Juhdi Nursadi  
                                                       Metty Andriani
                                                       M. Jamaludin
                                                       Iis Rusmiati
·   Make Up artist                             : Metty Andriani
·   Wardrobe                                     : Indra Oktava M
                                           Hendrik Mahendar
                                                       Iman Suryadi
                                                       Juhdi Nursadi  
                                                       Metty Andriani
·   Sound Man                                  : Iman Suryadi
·   Unit Manager                               : -
·   Location Manager                        : Iman Suryadi
·   Koordinator equiptment              : -
·   Still photography                         : -
·   Caterer                                         : -

TALENT LIST
·       Dimas                                 : Iman Suryadi
·       Sem                                     : Indra Oktava M.
·       Bimo                                  : Hendrik Mahendar
·       Penunggu warung               : Metty Andriani
·       Pak Tua                              : Juhdi Nursadi





Tidak ada komentar:

Posting Komentar