SKENARIO
JUDUL : TRUE OR FALSE ?
Durasi : 11’
Draft : 1
Tanggal : 01, NOVEMBER 2011
Penulis Skenario : INDRA OKTAVA M
Sutradara : INDRA OKTAVA M
Produser : INDRA OKTAVA M
DOP : MOCH. LUTFI Z.
Art director : IIS RUSMIATI, M. JAMALUDIN
1. EXT. HALAMAN RUMAH – JALAN KAMAR – PAGI.
Sebuah rumah yang lumayan besar dengan
ventilasi udara yang cukup serta banyak tanaman di halaman rumahnya.
Seorang lelaki berusia 20-an bernama
DIMAS, yang sedang menuntut ilmu di salah satu Universitas yang ada di
Majalengka. Sepulang dari kampus dengan memakai kaos dan celana panjang serta
membawa transkrip nilai, ia memasuki kamar tidurnya.
DIMAS
Assalamualaikum.....
CUT TO:
2. INT. RUMAH DIMAS
- KAMAR DIMAS – PAGI
Sebuah kamar yang cukup besar dengan
sinar matahari yang cukup dan tumpukan buku – buku yang rapi dengan tempat
tidur besar pula.
Seorang lelaki berusia 20-an bernama
DIMAS, dengan mata yang tertuju pada sebuah kertas transkrip nilai, dengan
ekspresi wajah yang kusut, duduk di atas kasur, memakai kaos dan celana
panjang.sesaat ia menghembuskan nafasnya sebagai rasa kecewanya terhadap nilai
yang didapat. Lalu Ia menyimpan kertas nilai tersebut pada sebuah meja belajarnya.
Dengan posisi tubuhnya yang terlentang
di atas kasur, sesaat ia memikirkan masa depannya. Sampai ia tertidur di atas
kasurnya, dan ia pun bermimpi. Hingga ia terbangun kembali dengan kagetnya
gara-gara mimpi siangnya.
CUT TO:
3. EXT. HUTAN - DALAM HUTAN – SIANG
Di hari yang cerah dengan udara yang
segar pada sebuah hutan, Dimas seakan tersesat dan mencari jalan untuk pulang.
Di tengah perjalannya ia duduk pada sebuah bambu yang besar. Pada saat ia
beranjak untuk melanjutkan perjalannya tiba-tiba kakinya tertusuk duri yang di
injaknya, ia pun mencari duri tersebut dan tiba-tiba mata Dimas tertuju pada
sebuah tumpukan daun-daun yang mencurigakan. Dengan tangannya sendiri ia pun
menggali tumpukan tersebut dan akhirnya dia menemukan sebuah kotak yang sudah tertimbun
beberapa tahun lamanya, dimana di dalam kotak tersebut berisi uang jutaan
rupiah. Dengan wajah yang kaget dia berkata...
DIMAS
Wah ......... gue
jadi kaya.....
(wajah yang gembira)
CUT TO:
4. EXT. WARUNG – DEPAN WARUNG - SIANG
Di hari yang terang, teman Dimas yakni
Sem dan Bimo dengan pakaian kaos dan
celana pendek, mereka beranjak ke sebuah warung tempat nongkrongnya.
SEM
Eh, Bim. Kita ngopi
yuk . . .
(menatap wajah Bimo)
BIMO
Ayo, kebetulan gue
juga lagi pengen ngopi nih . . .
(ekspresi wajah yang
lapar)
Mereka pun berjalan
menuju warung dan mereka pun memesan minuman kepada penunggu warung ( Tini ).
Segelas kopi panas dan makanan kecil yang ada di warung disantap mereka.
SEM
Bu, kopinya
dua . . . .
(memanggil Suniri)
Penunggu warung
Nggih, entos sih
sakedap...
SEM
yang
cepet ya bu...
Penunggu warung
Yo
lee.......
Sesaat sedang
menyantap makanan, tiba – tiba Dimas menghampiri mereka sambil memakan makanan
yang ada di warung tersebut dan mereka pun berdialog.
SEM
Eh, Dimas kemana
saja loe, baru keliatan dari kemarin.
DIMAS
yaahhh, kalian yang
kemana aja. Gue cariin di kampus pada gak ada.
Bimo menjawab pertanyaan Dimas
BIMO
Ya jelaslah gak ada,
orang kita pada gak masuk ...
DIMAS
(Wajah sedikit kusut)
Eh cuy tadi gue dah
ngambil transkrip nilai...
BIMO
Wah,,, gimana bagus
gak nilainya.
DIMAS
Ahhh,,,nilai gue
pada ancur..
SEM
Buset, kalo nilai
loe pada ancur apalagi nilai gue donk
Dengan wajah yang penuh penasaran,
Dimas menceritakan tentang mimpi yang di alaminya pada saat tidur siang. Lalu
Dimas dan teman – temannya sepakat untuk mencari kebenaran yang ada dalam
mimpinya, walaupun sebelumnya sudah dinasehati oleh Tini Si Penunggu Warung.
DIMAS(CONT’D)
Iya seh, tapi ada
yang lebih penting dari itu.
(Jeda)
BIMO
Apaan tuh
DIMAS
Gini cuy, tadi siang
setelah abis pulang kuliah gue gak sengaja ketiduran.
BIMO
Terus napa . . .
DIMAS
Makanya dengerin
dulu gue ngomong.
(Wajah Penasaran)
Tadi gue mimpi aneh
banget. Gue berada di dalam hutan cemara, nah lalu gue nemuin harta karun.
SEM
Wah yang bener loe
(sambil mengunyah makanan)
DIMAS
Bener Sem,,,
BIMO
Trus apa isinya???
DIMAS
Isinya tumpukan uang
yang banyak banget .
BIMO
Wah kalo mimpi loe
bener, bisa kaya mendadak nih . . .
DIMAS
Nah,,,, Juntru itu,
gue penasaran dengan mimpi gue ini. Gimana kalo kita buktiin ke hutan tersebut.
(meyakinkan SEM dan BIMO)
Penunggu
Warung
Sampean-sampean iki
ing zaman
modern, masih
percayo karo mimpi.....
(wajah menasehati)
DIMAS
Yeeee, siapa tahu
aja bener bu.
(wajah meyakinkan)
SEM
Yaudah, tunggu apa
lagi.
Gimana kalo besok
kita ke hutan dan carilah harta karun tersebut. . .
(MORE)
Ok deh, tar besok
kita cari...
Sem dan Bimo meninggalkan warung dan
tidak membayar makanan dan minuman yang di santap mereka, tetapi mereka meminta
Dimas untuk membayarnya.
BIMO
Yaudah Mas kita
balik dulu yoo..
Jangan lupa bayar
sekalian ya
DIMAS
(Wajah sedikit kecewa)
Hah kalian ini.
Yaudah tar gue yang bayar...
BIMO
Nah gitu donk itu
baru temen gue...
CUT TO:
5. EXT. HUTAN – JALAN MENUJU HUTAN – PAGI
Dimas, Sem dan Bimo beranjak pergi
menuju hutan yang ada dalam mimpi Dimas. Mereka pun berjalan dan menanyakan
arah jalan menuju Hutan Cemara kepada salah seorang warga yang lewat.
DIMAS
(Jeda).Misi Pak .
Maaf mau nanya, kalo
jalan menuju hutan ke sebelah mana ya ...
PAK TUA
Oh kalian mau ke
hutan? Dari sini Kalian lurus saja, lalu belok kiri, nah disana ada jalan
menuju hutan...
DIMAS
Oooohh, makasih ya
pak...
PAK TUA
Iya sama – sama,
Kalian
Hati – hati ya di jalanya ...
Lalu mereka terus berjalan sesuai
dengan arahan pak tua.
CUT TO:
6. EXT. HUTAN – DI DALAM HUTAN – SIANG
Di dalam hutan mereka mencari Harta
Karun tersebut. Satu persatu dari mereka berpencar dengan semangat yang tinggi,
karena di dalam pikiran mereka adalah menemukan harta karun berisi uang yang
sangat banyak.
DIMAS
Stop-stop, gini
aja.gimana kalo kita berpencar menyusuri
hutan ini. Siapa cepat dia dapat ok.
SEM dan BIMO
Ok Deh ...
Dalam pencariannya, karena terlalu
bersemangat salah satu dari mereka ada yang jatuh yakni Bimo. Dan dengan perjuangan yang gigih, ternyata benar di dalam
hutan tersebut mereka menemukan Kotak Yang sudah lama terpendam dekat sebuah
pohon yang lumayan besar.
Dimas akhirnya menemukan kotak harta
karun tersebut dan berkata.
DIMAS
(Wajah yang gembira)
Naaahhhh, Tuhan
memang sayang ama gue.
Cihuy...aaaaaaaaaaaa
Akhirnya apa yang
ada dalam mimpi gue menjadi nyata.
(berteriak)
Wooooy kalian dimana
, nih gue dah dapat apa yang gue impi-impikan.
Sem pun menghampiri Dimas sambil menggandeng Bimo.
SEM
Wah yang bener lo...
Ini harta karun yang
ada dalam mimpi lo???
DIMAS
(gembira)
Yoi donk,,,
SEM
Oh,, syukur
deh..tapi ada masalah nih. Si bimo terjatuh...
DIMAS
Ahhh,,tenanglah
kawan.ntar ku obati kau
SEM
Yaudah deh ayo kita
pulang, kasian nih si Bimo..
Mereka pun pulang dengan hasil apa yang mereka bayangkan.
CUT TO:
7. INT. RUMAH DIMAS – RUANG TAMU – SIANG
Mereka berkumpul di rumah Dimas, dengan
tujuan membuka dan membagikan hasil dari penemuan harta karun tersebut.
Dimas membawa kotak harta karun
DIMAS
Hey kawan-kawan,
nanti hasilnya gue ya yang paling gede...
BIMO
(tangan dan kaki diperban dan wajah yang kesakitan)
Iya
udah cepetan kita jadi penasaran nih...
DIMAS
Iya tenang lo Bim
tar gue
ganti rasa sakit
lo dengan uang yang
ada di dalam kotak ini.
Yaudah
gue buka ya...
Dimas pun membuka kotak tersebut, dan di dalamnya berisi
tumpukan kertas.
DIMAS
(wajah yang kaget)
Haaaahh, apaan
nih....
SEM dan BIMO
(tertawa)
Hahahahaha….Makan tuh harta karun...
DIMAS
Alamak apalah dosaku
sampai-sampai
yang aku bayangkan
uang,
ternyata hanyalah potongan kertas semata.
Dengan wajah yang penuh kecewa Dimas
pun menyesali atas sikapnya yang terlalu percaya pada kebenaran sebuah mimpi
dalam tidur siangnya.
THE END
CREW LIST
· Producer : Indra Oktava M
· Director : Iman Suryadi
· Production manager : Hendrik
Mahendar
· Assistant prod.
manager :
-
· Assistant director : M. Jamaludin
· Script writers : Indra Oktava M
· Director of
photography : Moch. Lutfi Z.
· Camera Person :
-
· Ass Camera : Hendrik Mahendar
· Lighting : Juhdi Nursadi
M. Jamaludin
· Talent Manager :
-
· Art director : Iis Rusmiati
M. Jamaludin
· Crew Artistic : Indra Oktava M
Hendrik Mahendar
Iman Suryadi
Juhdi Nursadi
Metty Andriani
M. Jamaludin
Iis Rusmiati
· Make Up artist :
Metty Andriani
· Wardrobe : Indra Oktava M
Hendrik Mahendar
Iman Suryadi
Juhdi Nursadi
Metty Andriani
· Sound Man : Iman Suryadi
· Unit Manager :
-
· Location Manager : Iman Suryadi
· Koordinator equiptment : -
· Still photography :
-
· Caterer : -
TALENT LIST
·
Dimas
: Iman
Suryadi
·
Sem
:
Indra Oktava M.
·
Bimo :
Hendrik Mahendar
·
Penunggu
warung : Metty Andriani
·
Pak
Tua : Juhdi Nursadi

